IDENTIFICATION OF SYNTHETIC COLORS IN TRADITIONAL SNACKS AT GIANYAR SENGGOL MARKET

Ni Putu Eka Trisdayanti

Abstract


The aim of this experiment is to identify synthetic colors in traditional snacks at Gianyar Senggol Market. As many as 12 samples brightly colored snacks (red, pink, green, yellow) have been analyzed. The method used is chemical analysis. The result is 100% of the samples examined do not contain synthetic colors, so it is safe for the public and tourists. It can provide additional value and media promotion to the public and tourists, that traditional snacks sold in the Gianyar Senggol Market not only tasty and having attractive appearance, but it also safe for health.


Full Text:

PDF

References


Adhi, Tresna & Utami, Arya. (2014). Laporan Penelitian Analisis Kandungan Methanil Yellow Dan Rhodamin B Serta Persepsi Pedagang Terhadap Penggunaan BTP pada Minuman dan Jajanan Di Pasar Tradisional Desa Sanur Tahun 2014. Denpasar.

Azizahwati, Kurniadi & M., Hidayat, H. (2007). Analisis Zat Warna Sintetik Terlarang Untuk Makanan Yang Berada Di Pasaran. Majalah Ilmu Kefarmasian, IV (1): 7-8.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar. (2013). Laporan Tahunan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Denpasar Tahun 2013. Denpasar.

Cahyadi, W., & Rachmatika, R. (eds), (2009). Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan. Bumi Aksara, Jakarta.

Djarismawati, et al. (2004). Pengetahuan dan Prilaku Pedagang Cabe Merah Giling dalam Penggunaan Rhodamin B di Pasar Tradisional di DKI Jakarta. Jurnal Ekologi Kesehatan, 3 (1): 7-12.

Haslina. (2004). Nilai Gizi, Daya Cerna Protein dan Daya Terima Patilo sebagai Makanan Jajanan yang di Perkaya dengan Hidrosilat Protein Ikan Mujair. Program Pasca Sarjana Magister Kesehatan Masyarakat. Universitas Diponegoro.

Lee TA, Sci BH, Counsel. (2005). The Food from hell: food colouring. The Internet Journal of Toxicology, 2 (2).

Nasution,AS. (2014). “Kandungan Zat Pewarna Sintetis pada Makanan dan Minuman Jajanan di SDN I-X Kelurahan Ciputat Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan Tahun 2014”. (skripsi). Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 239/Menkes/Per/V/1985 tentang Zat Warna Tertentu Yang Dinyatakan Sebagai Bahan Berbahaya. Departemen Kesehatan RI. Jakarta.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722 tahun 1985 tentang Bahan Tambahan Makanan. Jakarta.

Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan. Jakarta.

Permatasari, et al. (2014). Identifikasi Zat Pewarna Rhodamin B dalam Jajanan yang Dipasarkan di Pasar Tradisional Kota Bandar Lampung. 24-33.

Sujaya, I N. 2013. Kualitas mikrobiologis pangan etnik Bali. (unpublised).

Trestiati, Mela. (2003). Analisis Rhodamin B pada Makanan dan Minuman Jajanan Anak SD (Studi Kasus : Sekolah Dasar di Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung). Tesis. Pascasarjana Fakultas Kesehatan Lingkungan. Bandung.

Wirasto. (2008). Analisis Rhodamin B dan Methanil Yellow dalam Kecamatan Laweyan Kotamadya Surakarta dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah, Surakarta.

Yulianti, Nurheti. (2007). Awas ! Bahaya Dibalik lezatnya Makanan. CV. ANDI offset, Yogyakarta: 92-93.




DOI: http://dx.doi.org/10.22334/jbhost.v2i1.61

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.22334/jbhost.v2i1.61.g61

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Journal of Business on Hospitality and Tourism

Visited Number: web
statistics JBHOST Stats